cosmobikers.com

Email Print PDF

Deadly Pleasure : Ecstasy

 

MDMA (3,4-methylenedioxymethamphetamine) atau yang lebih dikenal sebagai ecstasy, adalah narkoba sintetis jenis psikoaktif yang memiliki efek mirip dengan Methamphetamine (Sabu – sabu) dan halusinogen jenis mescaline, ecstasy memberikan sensasi energy lebih, euphoria, rasa senang, distorsi waktu, persepsi dan kebas lidah. Ecstasy di konsumsi dengan cara ditelan, biasanya dalam wujud tablet atau kapsul, pada mulanya ecstasy popular di night club atau diskotik.

Pengaruh Ecstasy terhadap otak :

Ecstasy mempengaruhi otak melalui hormone serotonin, hormone serotonin berperan dalam mengatur mood, agresi, aktivitas seksual, tidur dan sensitifitas kepada rasa sakit. Ecstasy membuat serotonin terus menerus.

Ecstasy dapat menyebabkan kebingungan, depresi, gangguan tidur, ketagihan (sakaw), kecemasan parah, efek ini dapat terjadi sesaat setelah menggunakannya atau berhari – hari bahkan berminggu – minggu setelah menggunakan. Pengguna berat akan mengalami penurunan kemampuan berpikir dan mengingat, pada hasil pengujian terhadap binatang, hanya butuh 4 hari penggunaan ecstasy untuk menyebabkan kerusakan otak yang akan membekas sampai 6 – 7 tahun setelah berhenti.

Bagi sebagian orang, Ecstasy dapat menyebabkan kecanduan, survey terhadap pengguna muda menemukan bahwa 43% dari pemakai menunjukan gejala ketergantungan antara lain penggunaan terus menerus sekalipun telah membahayakan fisik dan mental dan peningkatan dosis, gejala lain diantaranya kelelahan, hilang nafsu makan, depresi dan kesulitan konsentrasi

Pengaruh ecstasy terhadap tubuh

Ecstasy juga berbahaya untuk kesehatan secara umum, dan dalam kasus tertentu mematikan, ecstasy menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat mematikan bagi penderita hipertensi dan serangan jantung, efek lain yaitu mual, pandangan buram, pingsan, kedingingan dan keringat berlebih.

Pada dosis tinggi, ecstasy dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur suhu dan dapat menyebabkan demam sangat tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal, jantung, hati bahkan kematian. Kombinasi antara ecstasy dan narkoba jenis lain atau zat – zat seperti alcohol terbukti dapat berakibat fatal.