cosmobikers.com

Email Print PDF

TDR One Team, Gali Dan Dapatkan Potensi Generasi SMK YPT Kota Tegal

Cosmo Bikers Lovers – Keberadaan generasi muda ditengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Namun apa jadinya bila mereka tidak menunjukkan nilai-nilai kebaikan yang semestinya? Untuk mencapai kearah sana, guru di sekolah dan orang tua di rumah punya peranan penting. Kedua institusi kecil ini harus bersinergi untuk mencetak generasi potensi dimasanya. Guru-guru SMK YPT Kota Tegal mencoba mengambil bagian dalam membentuk karakter mereka dan disuport TDR One Team.

Bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun yang ke-41. Sekolah yang berganti nama dari Sekolah Teknik Mesin (STM) Perkapalan Semarang menjadi SMK YPT Kota Tegal ini semakin mendapat respon posistif dari masyarakat kota Tegal. Pemindahan dengan alasan tidak diperbolehkan sekolah jarak jauh pada tanggal 01 Desember 1976.  Namun disayangkan, pengurus Yayasan waktu itu kurang membuat terobosan, sehingga sekolah tersebut kurang berkembang seperti yang diharapkan. Nah, semenjak saya bergabung pada tahun 1989, kami mulai mencoba membuat sesuatu yang berbeda dibandingkan sebelumnya

“Iya betul, rasa penasaran saya muncul saat melihat keadaan disini biasa-biasa. Seingat saya, jumlah keseluruhan siswa 56 orang. Terdiri dari kelas satu 12 siswa, kelas dua 17 siswa, dan kelas tiga 27 siswa. Nah, disini saya dan teman lainnya tertantang untuk mencoba membuat sesuatu bagi perkembangan Sekolah ini. Ada beberapa, tapi yang paling penting bagi kami pada waktu itu adalah guru-guru sekolah swasta mendapatkan penghasilan dari jumlah murid, dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri, yakni tidak ada muridpun guru-guru tetap mendapat gaji bulanan,” Ungkap bapa Solehin SPd MM Kepala SMK YPT Kota Tegal.

Waktu terus berjalan, lanjut Solehin “Usaha dari teman-teman mulai kelihatan hasilnya. Dengan bertambah jumlah siswa. Mutu pendidikan pun tidak luput dari perhatian kami. Banyak dari siswa lulusan sekolah ini mendapatkan pekerjaan dan posisi bagus diperusahaan luar negeri. Biaya sekolah sudah mahal, jadi mutu pendidikan pun jangan biasa-biasa. Setelah saya mendengar penjelasan dari tim TDR One Team mengenai keinginan mereka untuk mengempowering generasi muda di Sekolah-sekolah, saya ngga mikir panjang lagi, tapi langsung tindak lanjut untuk kerjasama. Nah, hari ini awal dari bukti kerjasama kami, dengan mengadakan kontes motor-motor modifikasi.

TDR One Team mulai bermitra setelah saling mengunjungi beberpa waktu lalu. Yang membuat terjalin kerja sama ini karena kedua belah pihak ingin agar generasi muda perlu ditingkatkan lagi dalam bidang otomotif roda dua. Apalagi system kerja motor sekarang sudah muali masuk dalam system injeksi. TDR One Team sebagai ujung tombak dari MITRA 2000 diberitanggumg jawab khusus guna “Mengempowering Generasi Muda yang High Performance” dibidang otomotif roda dua.

“Kami dari Jakarta, karena kami ingin membagikan pengetahuan yang kami miliki yakni tentang sistim kerja motor injeksi kendaraan roda dua kepada generasi muda di sekolah ini. Apa yang kami lakukan ini atas arahan dari pimpinan kami, yang mana beliau ingin agar dalam kehidupan ini, kita harus berbagi. Kebetulan kami di perusahaan otomotif roda dua, yang dituntut untuk harus tahu informasi-informasi dan perkembangan teknologi otomotif. Selain sekolah ini, ada lagi beberapa sekolah yang sudah mulai menjajaki untuk kerja sama. Bukan hanya dari tingkat SMK, namun dari Perguruan Tinggi juga sudah mulai. Bahkan mereka mengikuti kontes antar Perguruan Tinggi se-Asean dalam menciptakan mobil Ramah Lingkungkan, seperti UI, ITB, UNJ. Jadi selama kami masih diberi kesempatan, kami akan terus berbagi. Bagi sekolah ini, kami TDR One Team ingin terus menggali dan sampai mendapatkan siswa yang berpotensi dibidang otomotif roda dua,” Ujar Benny Rachman Manager R & D TDR Industries beberapa waktu sebelum kunjungan.

Menurut obrolan dan pengamatan kami terhadap beberapa siswa dan guru-guru di SMK ini, ada satu kelompok siswa yang tugasnya menyiapkan minuman untuk guru-guru, membersihkan ruang kelas, kantor, dan halaman serta merapikan sampah-sampah ditempat pembuangan. Rupanya kelompok ini diberi nama Kelompok Pengabdian. Mereka masuk pukul 06.15wib pulang pukul 16.00wib. Tujuannya adalah sisiwa disini belajar disiplin, kepemimpinan, saling kerjasama. Hal ini dilakukan demi persiapan mereka memasuki dunia kerja nanti.

Dalam persiapan pensiun beberapa bulan lagi, pa Solehin mengatakan,’ Saya ingin program yang sudah kami letakan disini menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan dunia pendidikan disini. Oleh sebab itu, dari pihak TDR One Team, jangan segan-segan untuk memberikan masukan bagi kami disini khusus dalam bidang otomotif roda dua. Kebetulan kami sedang menyiapkan ruangan/ bengkel khusus bagi TDR disini untuk membantu siswa kami dalam persiapan masa depan mereka. Dapatkan potensi bidang otomotif roda dua disni. Ulang Tahun ke-41 kali ini adalah yang terakhir bagi saya sebagai Kepala Sekolah aktfif, untuk itu saya berpesan kepada siswa, agar jangan putus asa, teap semangat terus dan berusah untuk mengejar sesuatu untk masa dean kalian. Jaga nama baik Sekolah kita di dunia kerja kalian nanti. Dan untuk rekan-rekan kerja guru, lebih ditngkatkan kesabarab dalam membimbing anak-anak didik. Ini adalah sebuah kesemapatan untu menggali potensi yang ada dalam diri anak-anak didik kita, “Demikian pesan terakhir Solehin di ruang kerjanya. Salam Empowering One Team People,,,,!