cosmobikers.com

Email Print PDF

Berbagi Pengalaman Berlalulintas Di Jalan Raya

 

Cosmo Bikers Lovers (CBLovers) – Hampir setiap hari di Indonesia, kecelakaan lalu lintas di jalan raya terus terjadi. Hal ini membuat pihak terkait seperti polisi lalu lintas bekerja ekstra keras guna mengurangi angka kecelakaan. Para pelanggar lalu lintas pun seakan-akan tidak menghiraukan rambu-rambu yang sudah terpasang di jalan. Jangan heran kalau tiba-tiba anda diberhentikan petugas, karena ketahuan melakukan pelanggaran.

Neh, ada pengalaman sedikit yang perlu kami bagikan, apabila tertangkap. CBLovers harus tahu, proses-proses pengurusan pengambilan surat-surat kendaraan anda.

1. Apabila kita diberhentikan, jangan melawan, namun serahkan saja SIM & STNK kendaraan anda untuk diperiksa. Diantara dua jenis surat kelengkapan berkendara ini, pihak putugas pasti akan mengembalikan salah satunya, kebetulan SIM saya yang ditahan.

2. Perlu diingat bahwa, data-data kita akan diminta dan dicantumkan dalam surat tilang. Berikan nomor telepon untuk menggampangkan komunikasi. Dalam lembaran surat tilang telah dicantumkan tanggal pengambilan dan lokasi pengambilan, yakni  Kantor Pengadilan. Jangan lupa minta lembar warna biru.

3. Kita akan disuruh untuk bayar tilang sesuai pasal 287 . 1 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah). Pembayarannya di Bank BRI sesuai lokasi tilang (Pusat, Timur, Barat, Utara, Selatan). Dalam surat tilang tersebut sudah dicantumkan oleh petugas alamat BRI, kalau pun belom ditulis, kita harus mencari informasi lokasi BRI. Khusus Jakarta Pusat, BRI Kramat Raya dan BRI Veteran.

4. Saat kita ke BRI, kita akan diarahkan pihak Satpam BRI untuk mengisi form tilang (contoh sudah ada).

5. Setelah membayar besarnya denda tersebut, kita diarahkan ke Polres setempat (Kramat Raya Jakarta Pusat). Dengan membawa bukti setoran dan surat tilang (warna biru).

6. Di Kantor Polres, kita akan dilayani bagian Pelayanan Umum (Lalu Lintas). Disini kita serahkan surat tilang kepada petugas untuk pengecekan data. ( jangan kira sudah beres, prosesnya masih teramat panjang).

7. Dari kantor Polres tersebut, kita diarahkan ke Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jln. Bungur) sesuai tanggal pengambilan yang tertera pada surat tilang.

8. Setelah tiba di kantor Pengadilan Negeri Jln. Bungur, rupanya disini kita tidak mengikuti persidangan layaknya seorang terdakwa, heheheheh,,,namun kita disuruh untuk mengecek apakah nama kita sudah tercantum dilembaran kertas yang ada disitu (papan pengumuman).

9. Dari Kantor Pengadilan, kita disuruh ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat kawasan Kemayoran. Disini kita disuruh antri untuk pengambilan ambil nomor urut. Setelah itu kita serahkan Surat tilang (warna biru) tersebut dan bukti pembayaran kepada petugas di loket. Selanjutnya kita disuruh pulang, menunggu informasi dari pihak BRI dan Kejaksaan lewat SMS.

1Satu minggu lamanya kita harus menunggu SMS untuk pengambilan berkas keputusan tentang besar biaya pelanggaran. Berkas ini kita bawa lagi ke Kantor BRI Kramat Raya untuk mengambil sisa uang setoran tadi (point 3).

1Selesai.

Apa Saja Yang Terjadi ?

Semua prosedur-prosedur tersebut diikuti dengan sabar, namun terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, waktu pengurusannya sangat berbelit-belit. Yakni ke BRI, setelah itu kita disuru ke kantor Polres sekedar pengecekan data kita, Dari Polres, kita diarahkan ke kantor Pengadilan negeri, dari kantor pengadilan negeri, kita disuru ke kantor kejaksaan, dari kantor kejaksaan, kita  disuru balik lagi ke BRI. Menghabiskan banyak waktu bukan ? Sepertinya untuk urusan seperti begini, kita harus cuti kerja satu beberapa hari.

Bertepatan telah diberlakukannya E-Tilang, kami melihat pihak-pihak yang terkait belum maksimal melayani masyarakat. Mungkin saja mereka belum siap dengan adanya sistim baru tersebut. Memang dalam setiap perubahan pasti akan ada kerja keras dari semua pihak untuk menyiapakan pelayanan terbaik. Hal-hal yang terjadi pada saat pengurusan pengambilan surat yang masih tertahan. Salam Tertib Berlalulintas One Team Riders Indonesia..!